Minggu, 31 Juli 2011

Terang Mu

Terangkuh dalam diam
Enggan berucap jika salah kata
Berang mendengar… hati terhentak mulut berteriak….
Dilema
Pada garis takdir kehidupan….

Ketika jalan nyata namun gelap
Angin menerjang kosong dan yang rapuh
Tiada yang mampu menopang jika karam….
Ingat Tuhan….

Bawalah nyata jangan hayal
Jiwa merasa tegar akan hantaman ombak dan badai
Sekuat iman selalu mengingat NYA
Dan kekal abadi bahagiamu tak tersesat…..

Rabu, 27 Juli 2011

Satu Isyarat

Malaikat tolonglah…
Temani keabadianya sendiri disana
Cantik temaram bulan
Menghidupkan kematian sunyi
Pecah , riuh dan terkoyak
Suara srigala malam……
Terdengar ,,

La..la…la….???
Suara itu terdengar ditelingaku
Siapa gerangan dirimu nan malu
Sembunyi dari balik rerimbunan liar

Hati bergetar , langkah terjuntai memeluk bumi
Sakitnya , kejamnya melihat bayang

Tiba-tiba….
kudapati bayang itu
Yang telah hilang satu bulan lalu
Di hari terakhirnya, genggaman itu
Isyarat enggan pergi jauh
Tuhan sayang kamu Kak, pergilah…

Senin, 25 Juli 2011

"Mati Rasa"

Sakit bersandar dalam hati
Hilang arah bersandar dalam pikir
Jiwa bersandar dalam Raga
Membusung dada tak nampak gagah
Raga tak berdaya menopang keluh

Tolong beri setitik embun padaku
Jangan biarkan kerontang dahan
Menjatuhi bumi
dan menyapu debu hembusan angin
menghilang dan musnah

Sudah cukup,,,
Satu, dua, tiga kali
merasa dan dirasakan…
Hati, arah dan jiwa membeku adanya